3 Risiko yang di Tanggung Jika Telat Membayar Premi Asuransi – mantishome

Posted on

Disaat Anda terdaftar sebagai anggota asuransi, ini maksudnya Kamu telah menyepakati hak serta kewajiban yang Kamu buat bersama pihak asuransi. Perihal ini bertujuan biar asuransi tersebut dapat Kamu manfaatkan dengan optimal serta prosesnya berjalan mudah. Salah satu kewajiban yang wajib Kamu patuhi merupakan membayar premi alias iuran asuransi pas waktu. Jangan hingga Kamu telat bayar premi asuransi.

Memangnya mengapa jika telat bayar premi asuransi?

1. Status kepesertaan hendak ditangguhkan sementara

Membayar premi pas waktu merupakan kewajiban partisipan asuransi yang sangat berarti. Apabila Kamu telat bayar premi, hingga perihal ini hendak mempengaruhi status kepesertaan Kamu.

Pihak asuransi hendak menghentikan status kepesertaan Kamu buat sedangkan waktu hingga Kamu membayar premi ataupun iuran yang sudah disepakati. Bila status kepesertaan Kamu tidak aktif, hingga ini maksudnya Kamu tidak dapat memakai asuransi tersebut alias klaim hendak ditolak.

Perihal ini pula berlaku untuk Kamu yang terdaftar bagaikan partisipan Jaminan Kesehatan Nasional– Kartu Indonesia Sehat( JKN- KIS) dari BPJS Kesehatan. Cocok dengan Peraturan Presiden Nomor. 28 Tahun 2016 tentang Jaminan Kesehatan, bila partisipan BPJS telat bayar premi alias iuran BPJS sepanjang satu bulan, hingga penjaminan kepada partisipan hendak dihentikan buat sedangkan waktu.

Penjaminan ini hendak kembali aktif sehabis Kamu melunasi seluruh tunggakan serta membayar iuran pas waktu. Sehabis itu, Kamu baru dapat kembali menggunakan pelayanan kesehatan yang dipastikan BPJS cocok dengan peraturan yang berlaku.

2. Denda

Untuk Kamu yang suka telat bayar premi asuransi, hati- hati Kamu dapat terserang denda. Ini tercantum pula untuk Kamu yang terdaftar bagaikan anggota BPJS Kesehatan.

Bersumber pada Peraturan Presiden Nomor. 28 Tahun 2016 tentang Jaminan Kesehatan, batasan optimal telat bayar premi asuransi merupakan 30 hari. Tenang saja, Kamu tidak hendak dikenakan denda dikala melunasi tagihan iuran BPJS tersebut.

Hendak namun, sehabis Kamu melunasi tunggakan, Kamu tidak dapat memakai kartu BPJS buat pelayanan rawat inap 45 hari sehabis kartu BPJS kembali aktif. Jika dalam rentang waktu 45 hari Kamu memerlukan pelayanan rawat inap yang dipastikan BPJS Kesehatan, hingga Kamu hendak dikenakan denda sebesar 2, 5 persen dari total bayaran serta dikalikan dengan jumlah bulan tertunggak.

Contohnya begini: Kamu terdaftar bagaikan partisipan BPJS perorangan kelas I serta telat bayar iuran sepanjang 3 bulan. Setelah itu, Kamu wajib dirawat inap dengan total bayaran 20 juta rupiah. Hingga, Kamu hendak dikenakan denda 2, 5 persen dari total tunggakan, sehingga jumlah denda yang wajib Kamu bayarkan merupakan sebesar 1, 5 juta rupiah.

Bagaikan solusinya, sebaiknya tunggu dahulu 45 hari semenjak kartu BPJS Kesehatan Kamu aktif kembali. Dengan begitu, Kamu dapat menggunakan pelayanan rawat inap dengan mudah tanpa dibebani denda.

3. Status kepesertaan diblokir

Apabila Kamu terus menerus telat bayar premi serta tidak kunjung membayarnya, hingga mungkin terburuknya merupakan status kepesertaan Kamu hendak dinonaktifkan. Artinya Kamu telah tidak dapat lagi menggunakan asuransi yang Kamu miliki di pelayanan kesehatan mana juga.

Bersumber pada syarat polis standar pada Asosiasi Asuransi Universal Indonesia( AAUI), pembayaran premi alias iuran asuransi wajib telah dibayar lunas dalam waktu 30 hari. Apabila melebihi waktu tersebut serta biayanya terus menunggak sepanjang kurun waktu tertentu, hingga status kepesertaan Kamu otomatis hendak batal dengan sendirinya.

Dampaknya, Kamu wajib membuat asuransi lagi dari dini serta mematuhi kewajiban yang sudah disepakati bersama pihak asuransi. Supaya perihal ini tidak terjalin, yakinkan Kamu senantiasa membayar premi pas waktu, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *